Hime no Sarange: All about Korean Drama

Saturday, March 1, 2014

Sinopsis You Who Came From The Stars (Love from Stars) Episode 16

Min Joon mengecup bibir Song Yi.
Song Yi memejamkan mata sejenak, kemudian mendorong Min Joon menjauh.
"Do Min Joon kau sangat keterlaluan." ujar Song Yi, berbalik dan ingin meninggalkan Min Joon.
Min Joon mengejar dan menghalangi jalan Song Yi.
"Apa?" tanya Song Yi. "Apa kau menyukaiku?"
Wajah Min Joon pucat pasi karena ciuman tadi.
"Apa kau menyukaiku?" ulang Song Yi.
Min Joon hanya diam.
"Kau benar-benar tidak bisa berbohong kan?" ujar Song Yi, membelakangi Min Joon. "Begitukah perlakuan orang-orang di planetmu? Kalian bisa mencium gadis yang tidak kalian sukai. Di bumi, ini salah. Pria di planet ini hanya mencium gadis yang mereka sukai. Ini salah. Do Min Joon, bukankah begitu?"
Tidak ada suara.
Song Yi menoleh dan melihat Min Joon sudah jatuh ke tanah.
Song Yi terpaksa membopong Min Joon dan membawanya ke mobil.
"Do Min Joon bangun!" teriak Song Yi. "Ada apa denganmu?"
Dengan susah payah, Song Yi berhasil membawa Min Joon ke mobil.
"Apa gunanya punya kekuatan super? Kau selalu pingsan setelah berciuman!" omel Song Yi.
Song Yi masuk ke dalam mobil.
"Kunci? Dimana kuncinya?" tanya Song Yi.
"Di saku. Saku..." jawab Min Joon lemah.
Song Yi mencari kunci di saku Min Joon dan menyalakan mobil.
Song Yi memasangkan sabuk pengaman pada Min Joon.
Tidak sengaja, kepala Min Joon jatuh di pundak Song Yi. Song Yi terdiam sejenak dan menyentuh kening Min Joon.
"Sebenarnya dari planet mana kau berasal?" tanya Song Yi.
Song Yi mengemudikan mobilnya dengan gila-gilaan. Hampir saja ia menabrak mobil lain.
Sesampainya di apartemen, Song Yi membaringkan Min Joon ke ranjang.
Song Yi mengguncang-guncang tubuh Min Joon dengan kesal.
"Ini bukan kebetulan kan?" tanya Song Yi.
"Apa?" tanya Min Joon lemah.
"Kemarin saat kita berciuman, kau tiba-tiba sakit. Dan sekarang kau sakit lagi." ujar Song Yi. "Apa masalahnya?"
Min Joon menarik napas panjang namun tidak menjawab.
Song Yi menarik kepala Min Joon agar tetap memperhatikannya.
"Jangan mengacuhkan aku." seru Song Yi. "Katakan padaku. Apa rahasiamu? Apa lebih mengejutkan dari kenyataan kalau kau adalah alien?"
Entah Min Joon memang enggan menjawab atau tidak bisa menjawab karena sakit, namun ia tetap diam.
"Kurasa ada hubungannya dengan bersentuhan." gumam Song Yi. "Tapi tidak ada masalah jika aku memegang tanganmu. Tapi tidak dengan ciuman? Benarkah?"
"Diamlah." ujar Min Joon lemah.
"Jika kau memang benar... Jika kau memang alien... Kau adalah spesies yang berbeda. Kau adalah laki-laki luar angkasa dan aku adalah perempuan bumi. Tapi bagaimanapun juga, aku harus tahu mana hal yang bisa dilakukan dan yang tidak bisa dilakukan. Seperti pencegahan dan seberapa jauh kita melangkah. Jadi... kita tidak bisa melakukan hal yang lebih jauh dibanding berciuman? Berciuman dan lebih dari itu tidak baik?"
"Tolong..."
Song Yi terus mengoceh. Min Joon kemudian menarik tangannya dan membuat Song Yi berbaring di dadanya.
"Yang ini boleh." kata Min Joon.
Song Yi berusaha melepaskan diri, namun Min Joon mendekapnya erat sehingga Song Yi tidak bisa bergerak.
"Sekarang aku sudah tahu ini boleh, jadi kau bisa lepaskan." kata Song Yi setengah hati, berpura-pura minta dilepaskan. Namun Min Joon tetap mendekapnya erat. "Kubilang lepaskan. Kau tidak pernah mendengarkan. Kalau begitu mau bagaimana lagi?"
Song Yi menikmati pelukan Min Joon.
"Tapi, kita harus meluruskan sesuatu." ujar Song Yi. "Aku bertanya padamu bagaimana pendapatmu mengenai aku sebagai seorang wanita. Aku tidak akan membicarakan bagaimana kau mengacuhkan aku. Kemudian kau memberi tahu mengenai pemilik tusuk rambut. Kau berkata kalau kau tertarik padaku karena aku mirip dia. Kau berkata kau tidak akan menyukaiku karena aku bukan dia. Bukankah begitu?  Jadi aku mundur. Tapi kemudian kau datang dan menciumku. Aku perlu tahu... Ciuman itu... untuk siapa? Untukku atau... untuk gadis yang mirip denganku?"
Min Joon kelihatan sudah tertidur dan tidak menjawab.
"Apa kau tahu hal yang terburuk dari cinta segitiga?" tanya Song Yi. "Cinta segitiga dengan gadis yang ada diingatan di pria. Jika ia masih hidup, aku bisa mencari tahu siapa dia. Aku bisa mencarinya dan bertarung satu lawan satu. Tapi jika ia hanya ada diingatanmu, bagaimana aku bisa mengalahkannya? Aku benar-benar ingin tahu. Ciuman itu untuk siapa? Untukku? Atau untuk gadis itu?"
Min Joon tetap diam.
"Hmm? Huh?" tanya Song Yi.
Min Joon diam.
Song Yi juga diam.
Mendadak Min Joon menjawab, "Untuk Cheon Song Yi." jawabnya.
Song Yi tersenyum malu-malu. "Siapa?"
"Cheon Song Yi." ulang Min Joon.
"Apa? Siapa?" tanya Song Yi lagi.
"Cheon Song Yi." jawab Min Joon.
"Aku?"
"Ya, kau."
Song Yi kelihatan sangat puas dengan jawaban Min Joon.
Min Joon kemudian memeluknya dan terlelap.
Keesokkan paginya, Yoon Jae menyadari kalau semalam Song Yi tidak pulang.
Saat hendak berangkat sekolah, Yoon Jae memergoki Song Yi keluar dari apartemen Min Joon. Ia menjadi sangat marah.
Yoon Jae mengadili Song Yi.
"Apa kau ada di apartemennya sepanjang malam?" tanya Yoon Jae. "Apa kau sudah gila?"
"Sudah kukatakan padamu. Ini tidak seperti yang kau pikirkan." ujar Song Yi. "Dia sedang tidak berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk berbuat itu."
"Itu tidak penting." omel Yoon Jae. "Semua laki-laki sama! Jika gelap, ada dinding dan atap, maka semuanya berakhir!"
"Apa?" tanya Song Yi polos.
"Itu adalah kondisi yang mereka butuhkan." kata Yoon Jae. "Gelap, dikelilingin dinding dan ada atapnya. Maka hanya ada satu hal di pikiran mereka."
"Dia tidak seperti itu." protes Song Yi. "Dia sedang sakit."
"Apa dia bukan laki-laki jika sedang sakit?" tanya Yoon Jae. "Dia pasti punya selimut juga. Semuanya berakhir jika dia punya selimut!"
"Ini membuatku kesal." gumam Song Yi. "Dengarkan aku! Kami tidak melakukan apa-apa! Tidak ada! Disana gelap, ada dinding dan atap, dan ada selimut juga. Tapi kami tidak melakukan apapun yang kau pikirkan! Tidak ada!"
Hwi Kyung akhirnya sadar.
Jae Kyung menjenguknya.
Dokter mengatakan kalau kondisi Hwi Kyung sudah baik.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Jae Kyung.
"Aku hanya sedikit pusing." jawab Hwi Kyung ceria. "Ngomong-ngomong dokter, kau tidak mencukur kepalaku dan melakukan crania..."
"Craniotomy." ujar Dokter.
"Oya, teima kasih sudah melakukan operasi itu dan menjaga aku tetap tampan." ujar Hwi Kyung.
"Tapi ia tidak ingat hari kecelakaan itu." ujar Ibu.
"Ya. Aku ingat membuat pesanan untuk mengirim makanan ke lokasi syuting." jawab Hwi Kyung. "Tapi aku tidak ingat hari kejadian itu."
"Benarkah?" tanya Jae Kyung.
"Kau mengalami gegar otak." ujar Dokter. "Itu hanya sementara."
"Kau hanya tidak ingat kejadian kecelakaan." ujar Ayah. "Itu tidak penting untuk diingat."
Flashback
Park dan Seok menginterogasi Jae Kyung. Namun tentu saja Jae Kyung menyangkal semuanya.
Park dan Seok juga menanyakan mengenai mantan istri Jae Kyung. Jae Kyung menjawab kalau setahu dia, mantan istrinya pergi ke Inggris.
Flashback Ends
Seok memberi laporan pada atasannya.
Atasannya itu malah menyuruhnya menghentikan penyelidikan dan menutup kasus sebagai kasus bunuh diri.
Namun kelihatannya Seok tidak akan melakukan itu.
Ayah Jae Kyung bertanya pada Jae Kyung kenapa ia diinterogasi polisi. Apakah ia ada hubungan dengan artis Han Yo Ra?
Jae Kyung menyangkal.
Ayahnya sangat lega mendengar jawaban Jae Kyung.
"Setelah apa yang terjadi pada kakakmu, kau adalah harapanku satu-satunya." ujar Ayah. "Kau tidak boleh membuat kesalahan. Kau adalah penerusku."
Yoon Jae menekan bel apartemen Min Joon.
"Ada apa?" tanya Min Joon.
Yoon Jae menatap Min Joon tajam.
"Apa kakakku tidur disini tadi malam?" tanya Yoon Jae.
"Dia tidak tidur..."
"Permisi." Yoon Jae menyerbu masuk ke dalam apartemen Min Joon.
"Kakak dan adik sama saja menganggap ini rumah mereka." gumam Min Joon.
Yoon Jae duduk di sofa Min Joon.
"Anggap saja rumah sendiri." ujar Yoon Jae, mempersilahkan Min Joon duduk.
"Ini rumahku." ujar Min Joon.
"Aku terus mengawasimu sejak ia memberimu kimchi." kata Yoon Jae. "Dan semua malah berakhir begini."
Min Joon tertawa.
"Aku bicara antar laki-laki." kata Yoon Jae. "Apa kau menyukai kakakku?"
"Siapa namamu?" tanya Min Joon.
"Cheon Yoon Jae." jawab Yoon Jae dengan bahasa sopan. Yoon Jae keceplosan. "Itu tidak penting. Kau menyukai kakakku atau tidak?"
Min Joon tertawa lagi.
Yoon Jae kelihatan kesal.
"Tertawa? Kau membuatku duduk disini untuk tertawa?" tanyanya.
"Aku tidak membuatmu duduk disitu." kata Min Joon. "Kaulah yang menyerbu masuk ke rumahku dan duduk disitu."
"Itu benar." kata Yoon Jae. "Aku disini untuk bertanya secara jantan. Antar laki-laki. Apa kau menyukai kakakku?"
"Apa kau mau susu coklat?" tanya Min Joon.
"Kau punya?" Yoon Jae keceplosan lagi.
Yoon Jae minum susu coklat.
"Banyak laki-laki yang menyukai kakakku sejak dia sekolah." kata Yoon Jae. "Aku selalu sibuk mengurus mereka. Tapi kau adalah orang pertama yang ia sukai. Aku tidak tahu kenapa, tapi..."
Mendadak Yoon Jae berhenti bicara karena melihat sesuatu.
Yoon Jae bangkit dari duduknya menuju teleskop Min Joon.
"Ini teleskop bintang?" tanya Yoon Jae.
"Ya." jawab Min Joon.
"Sejauh apa aku bisa melihat dengan ini?"
"Sampai Jupiter dan Saturnus."
"Keren sekali!"
Yoon Jae melihat teleskop Min Joon yang lainnya.
Ia sangat kagum dan terpesona pada teleskop-teleskop Min Joon.
"Ini semua milikmu?"
"Ya."
"Bisakah aku berfoto dengan ini?" tanya Yoon Jae.
Min Joon mengangguk dan dengan bersemangat Yoon Jae langsung selfie.
"Kau suka bintang?" tanya Min Joon. "Mau foto-foto ini?"
Dengan senang hati Yoon Jae menerima foto itu.
Yoon Jae pamit.
"Kakakku punya banyak kekuarangan." ujar Yoon Jae. "Dia sangat tidak sepadan denganmu. Tapi bersikap baiklah padanya. Di luar itu, apa aku boleh meminta satu hal?"
"Apa?"
"Bisakah aku berkunjung lagi kesini?"
Dan saat itu juga, Yoon Jae langsung ngefans pada Min Joon.
Song Yi menjenguk Hwi Kyung di rumah sakit.
"Hai Song Yi. Kemarilah." kata Hwi Kyung ceria.
Song Yi berjalan mendekat dan memeluk Hwi Kyung.
"Ada apa?" tanya Hwi Kyung. "Apa kau mau membuatku kena serangan jantung dan koma lagi?"
"Kau bodoh sekali. Bagaimana kalau kau mati?" ujar Song Yi, menangis. "Kenapa kau melakukan itu?"
"Aku tidak akan mati meninggalkanmu." ujar Hwi Kyung.
"Jika sesuatu terjadi padamu, aku juga tidak bisa hidup." ujar Song Yi. "Kenapa kau harus terluka karena aku? Aku tidak melakukan apapun untukmu."
"Kau membiarkan aku mencintaimu." kata Hwi Kyung. "Coba kulihat. Apa ada bekas luka?"
"Hwi Kyung, maafkan aku."
"Jangan menangis."
"Walaupun kau melakukan ini, tapi aku tetap tidak bisa melakukan apapun untukmu." tangis Song Yi. "Aku merasa bahwa aku membuatmu tidak bahagia. Aku menyukai Do Min Joon. Aku tidak bisa melakukan apa-apa."
"Aku tahu." kata Hwi Kyung. "Sudah hentikan. Kau membuatku terlihat menderita."
"Aku tidak tahu apakah aku bisa hidup tanpa temanku, Lee Hwi Kyung. Tapi kurasa ini salah. Jadi..."
"Kans!" Hwi Kyung tahu apa yang hendak diucapkan Song Yi, jadi ia memotongnya.
Flashback
Dua orang pria menggoda Song Yi. Hwi Kyung maju untuk melindunginya, namun akhirnya ia harus rela dipukuli habis-habisan.
"Kenapa kau melakukan ini?" Song Yi cemas. "Memangnya apa urusanmu kalau mereka menggangguku."
"Tidak bisa!" seru Hwi Kyung. "Jika ada orang yang mengganggumu, aku akan membunuhnya! Dan itu tidak akan berubah."
"Kau tidak apa-apa?" Song Yi berusaha mengobati luka Hwi Kyung.
"Jika kau merasa bersalah, berikan kartu kans padaku." kata Hwi Kyung.
"Kans apa?" tanya Song Yi.
"Kabulkan satu permintaanku." kata Hwi Kyung.
"Baiklah."
Hwi Kyung langsung membersihkan tangannya dan menunjukkan telapak tangannya. "Tandatangan disini." ujarnya, pertanda bahwa itu adalah janji dan tidak boleh diingkari.
Song Yi menandatangani tangan Hwi Kyung. Kemudian Hwi Kyung menempelkan tandatangan itu ke kening Song Yi."
Flashback Ends
"Kau masih ingat, kan?" tanya Hwi Kyung.
Song Yi mengangguk.
Hwi Kyung melakukan hal yang sama dengan waktu mereka masih kecil.
"Kau tahu kalau aku masih menyimpan hutang itu sampai sekarang." ujar Hwi Kyung.
"Apa permintaanmu?" tanya Song Yi.
"Jangan katakan apa yang hendak kau katakan." pinta Hwi Kyung. "Aku memang tidak bisa dicintai oleh orang yang kucintai. Aku sedikit tidak bahagia, tapi jika kau tidak ada didekatku aku akan lebih tidak bahagia. Jadi, jangan lakukan itu."
Hwi Kyung mengusap air mata Song Yi.
Jae Kyung menanyakan pada Hwi Kyung mengenai Yo Ra. Apa yang telah Song Yi katakan padanya mengenai Yo Ra.
Hwi Kyung mengatakan kalau Song Yi tidak menyukai Yo Ra dan banyak membicarakan keburukan Yo Ra dibelakang. Selain itu Hwi Kyung mengatakan kalau ia tidak ingat apa-apa.
Song Yi pulang ke rumah.
Yoon Jae mengatakan padanya kalau Min Joon adalah orang yang baik. Pecinta bintang bukanlah orang yang jahat.
"Dia suka melihat bintang dengan teleskop di rumahnya." kata Yoon Jae. "Itu sudah memperlihatkan semua tentang dia."
"Dia tidak hanya suka melihat bintang." ujar Song Yi. "Dia berasal dari sana."
"Apa?"
"Kau tidak perlu tahu." jawab Song Yi. "Yoon Jae, apa kau percaya pada alien?"
"Tentu saja. Kenapa tidak?" jawab Yoon Jae. "Aku adalah tipe orang yang percaya kalau alien bisa saja tinggal di rumah sebelah."
"Jenius!" gumam Song Yi.
Song Yi berdiri di balkon.
Perlahan, ia memanggil nama "Do Min Joon"
Tidak lama kemudian, Min Joon muncul di balkon sebelah.
"Apa?" tanyanya.
"Hebat." ujar Song Yi senang.
"Kenapa kau memanggilku?" tanya Min Joon.
"Aku hanya mengetes apakah kau benar-benar mendengarku." kata Song Yi.
"Apa kau bercanda?!" Min Joon kelihatan kesal dan masuk lagi ke dalam rumah.
"Do Min Joon!" panggil Song Yi. "Bukan seperti itu! Aku memanggilmu bukan untuk mengetes apakah kau mendengarku. Aku merindukanmu. Aku memanggilmu karena aku merindukanmu."
Min Joon tidak keluar lagi dari rumahnya.
"Dia sangat tidak jantan." gumam Song Yi. "Dia seperti banci."
Song Yi berbalik dan terkejut karena Min Joon sudah ada disana.
Min Joon mencubit pipi Song Yi.
"Banci, katamu?" tanya Min Joon.
"Bukan begitu, aku hanya..."
Min Joon mengencangkan cubitannya.
"Lepaskan! Lepaskan aku!" seru Song Yi, berusaha mencubit Min Joon juga tapi tangannya tidak sampai.
Song Yi berbincang dengan Min Joon.
Song Yi menanyakan apakah ayah Min Joon juga alien. Min Joon menjawab bahwa Jang Young Mok bukanlah ayahnya. Tapi dia adalah figur ayah untuk Min Joon.
Song Yi bercerita kalau ia sudah bertemu lagi dengan ayahnya. Ia merasa sangat senang.
Song Yi mengenggam tangan Min Joon. "Sekarang kau memiliki aku. Aku akan berada disisimu untuk waktu yang sangat lama dan tidak akan pergi."
Mendadak Song Yi ketakutan.
"Ada apa?" tanya Min Joon.
"Do Min Joon.." panggil Song Yi. "Apa wajahmu akan tetap seperti ini?"
"Apa?"
"Kau kelihatan sama di foto di museum, kecuali rambutmu." kata Song Yi. "Bagaimana itu bisa terjadi?"
"Waktu di planetku dan waktu disini berbeda." jawab Min Joon. "Sama halnya dengan penuaan."
"Lalu bagaimana denganku?" tanya Song Yi cemas. "Kulitku akan kendor dan aku akan keriput. Rambutku akan memutih dan punggungku akan bungkuk. Aku akan jadi nenek-nenek!"
"Tenanglah." ujar Min Joon. "Kau akan tetap cantik walaupun sudah tua."
"Tidak!" seru Song Yi emosi. "Karena itulah seorang gadis digigit dan menjadi vampir di film. Karena filmnya tidak akan happy ending jika si gadis menjadi tua tapi si laki-laki tetap muda walaupun mereka bersama."
"Cheon Song Yi..."
"Aku tidak ingin mendengar apapun saat ini." ujar Song Yi. "Aku akan masuk ke dalam. Udara dingin dapat mempercepat proses penuaan."
Song Yi masuk ke daam rumah meninggalkan Min Joon.
Song Yi sangat takut dirinya menjadi tua dan melakukan berbagai macam cara agar tetap muda. Bahkan ia rela meniup-niup sarung tangan karet karena konon membuat awet muda.
Min Joon dan Young Mok berbincang di pinggir danau.
Dengan isyarat, Min Joon memberi tahu bahwa tas Young Mok ada alat sadapnya.
Young Mok terkejut.
Min Joon menulis di ponselnya, "Tasmu disadap. Bersikaplah seperti biasa."
"Ya, aku bertemu dengan Lee Jae Kyung." ujar Min Joon. "Dia ingin aku membantunya."
"Lalu kau menjawab apa?" tanya Young Mok.
"Aku menjawab akan memikirkannya." jawab Min Joon. "Kurasa itu bukan tawaran yang buruk. Aku hanya perlu melindungi Song Yi."
"Tapi!" Young Mok sudah hendak complain, namun Min Joon memandang tajam padanya.
Young Mok menuliskan pesan di ponselnya, "Benarkah?"
Min Joon menggeleng.
Song Yi berbincang dengan Ibunya dan Yoon Jae di apartemen.
"Aku sangat terkejut ketika mendapat telepon kalau kontraknya dibatalkan." kata Ibunya pada Song Yi. "Do Min Joon membayar penalti 3 kali lipat nilai kontrak."
Song Yi terkejut.
"Kak Min Joon membayarnya?" tanya Yoon Jae.
"Kak Min Joon?" Ibunya bingung
"Ia pria yang hebat." kata Yoon Jae. "Jika Song Yi ingin berkencan dengannya, aku merestui."
"Aku tidak menyukainya!" ujar Ibu. "Ada Hwi Kyung. Dan lagi, ayahnya orang yang jahat."
Hwi Kyung keluar dari rumah sakit. Ia meminta Jae Kyung mengantarnya ke apartemen Song Yi.
Hwi Kyung melihat supir Jae Kyung, sudah berbeda dari yang sebelumnya.
"Hai, apa kabar?" sapa Hwi Kyung berpura-pura. "Lama tidak berjumpa. Kita pernah bertemu di kantor Kak Jae Kyung."
"Hah?" tanya si supir. "Aku orang baru."
"Oh begitukah?" tanya Hwi Kyung, pura-pura bingung.
Jae Kyung menurunkan Hwi Kyung di depan apartemen Song Yi.
Namun Hwi Kyung tidak masuk, malah menghentikan taksi.
Hwi Kyung datang ke lokasi syuting.
Ia bertanya pada kru disana siapa orang yang menyiapkan katrol waktu itu.
Kru menjawab bahwa yang memasang adalah anggota timnya, ada pula 3 orang pekerja sambilan dan beberapa anggota tim lain. Mereka tidak pernah mengalami kecelakaan seperti itu. Kecelakaan terjadi karena bautnya kendor. Dia benar-benar menyesal dan minta maaf pada Jae Kyung.
Jae Kyung meminta daftar pekerja saat itu.
Min Joon menjemput Song Yi. Yoon Jae membukakan pintu.
"Apa Song Yi sudah siap?" tanya Min Joon.
"Cheon Song Yi! Cepatlah!" teriak Yoon Jae. "Kak Min Joon menunggu!"
"Ngomong-ngomong, tidakkah kau sedikit kasar pada kakakmu?" ujar Min Joon.
"Begitukah? Aku akan memperbaikinya."
Pintu kamar Song Yi terbuka dan ia keluar.
Yoon Jae dan Min Joon ternganga meliat penampilan Song Yi.
Song Yi menggunakan pakaian abg SMA agar terlihat lebih muda.
"Apa?" tanya Song Yi melihat pandangan Yoon Jae dan Min Joon yang aneh padanya.
"Apa kau anak SMA?" tanya Yoon Jae.
"Apa aku kelihatan aneh?" tanya Song Yi.
"Ya." jawab Min Joon polos.
Song Yi masuk lagi ke kamar untuk berganti pakaian.
Song Yi mengatakan pada Min Joon bahwa hari ini ia akan melakukan adegan action dan adegan berciuman.
"Pakai peran pengganti!" seru Min Joon.
"Untuk adegan action?"
"Bukan, untuk adegan berciuman."
"Kenapa harus menggunakan peran pengganti untuk adegan berciuman?" tanya Song Yi.
Min Joon kelihatan sangat kesal dan ngomel-ngomel.
Kemudian Song Yi bilang kalau ia berbohong. Tidak ada adegan berciuman, hanya ada adegan action.
Min Joon juga menyuruhnya pakai peran pengganti.
"Do Min Joon, lihat saja aku." kata Song Yi menenangkan. Dirinya kali ini tidak menjadi peran utama, pasti banyak orang yang sedang. Tapi kini ia bahagia karena punya Min Joon disisinya.
Sesampainya di lokasi syuting, Min Joon dan Song Yi berpapasan dengan Se Mi.
Se Mi bertanya kenapa Min Joon ada di lokasi syuting.
Min Joon menjawab kalau dia adalah manager Song Yi.
Se Mi mengatakan pada Song Yi bahwa sebelum syuting akan ada sesi interview. Dengan dirinya dan juga Song Yi.
Reporter menanyakan scandal antara Song Yi dengan anak konglomerat (Hwi Kyung). Song Yi menjawab mereka hanya teman.
"Tapi tentu saja ia adalah teman yang sangat kusayangi." jawab Song Yi.
Lalu reporter menanyakan kenapa Se Mi belum juga punya pacar.
Se Mi menjawab kalau Song Yi selalu punya para pria yang menyukainya. Dua kali, tiga kali....
Song Yi protes karena ia memang sama sekali belum pernah berpacaran. Ia marah. "Kapan aku..."
"Aku hanya bercanda." kata Se Mi, tertawa.
Min Joon hanya menonton.
"Cheon Song Yi, kenapa kau tidak memberikan saran untuk Yoo Se Mi?" tanya reporter.
Song Yi langsung menyilangkan kakinya dan berkata, "Kau harus cantik."
"Oh ya... Yoo Se Mi, kau mendapat peran utama. Bagaimana perasaanmu?" tanya Reeporter.
"Aku merasa tertekan." jawab Se Mi. "Tapi aku merasa lega karena aku bekerja dengan Song Yi. Dulu Song Yi selalu menjagaku. Kini giliranku menjaganya."
"Yoo Se Mi seperti malaikat." ujar Reporter. "Kenapa kalian tidak mengatakan sesuatu pada satu sama lain?"
Se Mi menghadap Song Yi. "Song Yi, persahabatan kita tidak akan berubah untuk selamanya, kan?"
Song Yi tertawa dan berekspresi meledek.
Min Joon hanya bisa menarik napas panjang.
"Kau ingin karirmu kembali atau tidak? Tidak bisakah kau berpura-pura baik seperti yang dilakukan Yoo Se Mi?" tanya Min Joon. "Tidak bisakah kau melakukan itu?"
"Kau selalu ada di pihaknya!" seru Song Yi kesal.
"Aku tidak ada di pihaknya."
Sutradara dan krunya menyapa Song Yi.
"Ada apa dengan kemarin?" tanya Song Yi. "Kalian membuatku menunggu dan tidak memberi tahu jika kalian pergi."
"Benarkah? Aku menyuruhmu memberi tahunya!" seru sutradara.
Si kru mengaku kalau ia lupa.
Saat sutradara dan krunya pergi, Min Joon mendengar percakapan mereka.
Sutradara senang karena krunya tidak memberi tahu Song Yi. Dulu Song Yi selalu menolak peran darinya, jadi kini ia ingin balas dendam. Ia ingin membuat Song Yi menunggu seharian.
Song Yi melakukan adegan action berguling di tanah.
Sutradara terus-terusan berteriak NG (Not Good) dan membuat Song Yi mengulang adegan itu terus menerus.
Min Joon hanya bisa melihat dan tidak dapat melakukan apapun untuknya.
Setelah berkali-kali melakukan adegan itu, sutradara akhirnya memutuskan menggunakan yang pertama.
Saat beres-beres, dengan kekuatannya Min Joon membuat si sutradara dan krunya terjatuh di tempat yang sama dengan Song Yi.
"Kau yang melakukannya kan?" tanya Song Yi. "Kau membuat mereka terjatuh."
"Bukan aku." Min Joon berbohong.
"Pasti kau."
"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan."
Song Yi menggandeng lengan Min Joon.
"Senangnya punya manager alien. Kau bisa melakukan apa saja." katanya. "Apa lagi yang bisa kau lakukan?"
"Apa kau kedinginan?" tanya Min Joon.
"Ya, aku kedinginan." kata Song Yi. "Apa kau bisa mengeluarkan api dari tanganmu?"
Min Joon mengatakan ia tidak bisa melakukannya.
""Lalu apa yang bisa kau lakukan untuk membuatku hangat?" protes Song Yi.
Min Joon kemdian memeluk Song Yi dan berjalan bersama.
"Hangatnya." ujar Song Yi.
Karena syuting selanjutnya tertunda, Song Yi bermain kartu dengan para kru. Min Joon membantu Song Yi untuk curang sehingga Song Yi bisa menang berulang-ulang.
"Aku tidak pernah merasa bahagia seperti ini karena menunggu." ujar Song Yi, duduk bersama Min Joon menikmati salju. "Kurasa aku sanggup menunggu semalaman."
Song Yi menyandarkan kepalanya di bahu Min Joon.
"Apa yang akan kita lakukan di hari 100?" tanya Song Yi. Hari ke 100 berkencan.
"Hari ke 100?"
"Ya, aku ingin merayakannya." ujar Song Yi. "Aku ingin merayakan hari ke 100, 1 tahun, dan 1000 hari. Tapi kapan hari pertama kita. Agak rumit. Apa hari ini saja?"
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Min Joon.
"Aku ingin melakukan semua yang biasa dilakukan orang lain." kata Song Yi. "Dihari ke 100 kita membeli sepasang cincin dan baju. Apa kau tahu restauran berputar di Namsan Tower? Aku ingin makan malam disana dengan memandang langit malam. Disana juga ada tempat untuk memasang gembok. Aku pernah syuting disana. Aku ingin kesana lagi dengan kekasihku dan memasang gembok cinta."
"Pada 1 tahun, kita akan makan es krim. Kau tahu, seperti menaruh cincin di es krim. Dan mungkin jalan-jalan. Lalu bagaimana dengan hari ke 1000? 3 tahun? Kau ingin kita pergi ke Eropa? Selama 1 minggu atau 2 minggu?"
Min Joon hanya diam dan tidak mengatakan apapun.
"Ada apa?" tanya Song Yi. "Bukankah sekarang kita berkencan?"
"Cheon Song Yi, semua hal yang ingin kau lakukan... ayo kita lakukan lebih cepat. Ayo kita lakukan dalam 1 bulan ini." kata Min Joon.
"Kenapa?" tanya Song Yi. "Kenapa dalam 1 bulan?"
"Aku... akan pergi."
"Apa maksudmu? Pergi kemana?"
Min Joon menangis. "Kembali ke tempat dimana aku berasal."


Epilog
100 hari kemudian.
Song Yi menunggu seseorang di Namsan Tower, namun orang itu tak juga datang.
Do Min Joon dan Song Yi sudah memasang gembok cinta disana.

Baca Lengkapnya >>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2009 Phe Phe All Right Reserved. Crafted by Putri Fitriananda